Jumat, 26 Maret 2010

Syukuri apa yang ada...

Sering kali kita menjawab tiap ujian atau tiap masalah dengan keluhan.
bahkan mungkin nikmat pun sering kita “syukuri” dengan kekecewaan..

Buka matamu Sobat, apakah kita lebih miskin dari anak itu hingga mesti memakan makanan sisa yang berserakan di tanah??


Buka matamu Sobat, setidaknya Engkau masih memiliki keluarga, sedangkan bocah-bocah di Jalanan sana harus rela kehilangan Ayahnya, Ibunya bahkan mungkin nyawanya sendiri hanya untuk sebuah kata “Merdeka”..

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila dia ditimpa kesusahan, dia berkeluh kesah. Dan apabila dia mendapat kebaikan, dia amat kikir.” (QS. al-Ma’ârij: 19-21)

MAKA NIKMAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?

Sobat, ayo kita mulai menata hati kita, membasuhnya dengan taubat, memenuhinya dengan lantunan tahmid, menjadikannya hati yang akan mengantarkan kita pada puncak kesyukuran..

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan
hamba-hamba-Mu yang shalih.” (QS. Al-Naml: 19).

( Terinspirasi setelah Menyaksikan Program Reality “Jika Aku Menjadi” ) semoga bermanfaat,,